You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Plumbon
Logo Desa Plumbon
Plumbon

Kec. Temon, Kab. Kulon Progo, Provinsi Di Yogyakarta

Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kalurahan Plumbon, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo

KESENIAN TRADISONAL NGLARAK BLARAK

Administrator 01 September 2019 Dibaca 2.306 Kali

PLB| PAWARTOS DESA|Warga Kulon Progo boleh berbangga karena permainan Nglarak Blarak mendunia. Fakta tersebut muncul setelah permainan asli yang menggabungkan beberapa filosofi tersebut terpilih untuk mewakili Indonesia dalam ajang The Association For International Sport for All (TAFISA) World Games 2016 beberapa waktu yang lalu.

Permainan yang memadupadankan rekreasi, edukasi, dan prestasi ini mampu menghibur semua pengunjung. Perpaduan komplit yang mampu menyangai permainan yang saat ini trend dengan gadget.

Konon, permainan ini kali pertama muncul dari wilayah Kokap atau perbukitan Menoreh dimana masyarakat kebanyakan beraktifitas menders nira kelapa. Dari situlah kemudian dikembangkan permainan yang menggunakan bahan dasar pelepah daun kelapa.

Selain menggunakan bahan utama tersebut masih ada bumbung atau tempat hasil deresan kelapa. Dan bumbung inilah yang kemudian menjadi target dari permainan ini dimana si pemenang adalah mereka yang bisa memukulnya terlebih dahulu.

Permainan tradisional ini membutuhkan 12 pemain yang dibagi 2 tim. Masing-masing tim akan diisi 3 perempuan dan 3 laki-laki.

Selain itu juga membutuhkan 1 wasit, 1 asisten wasit, dan 1 pencatat nilai. Agar lebih meriah maka ditambahkan para pemain musik. Tak lupa joki atau pengengendara blarak menggunakan kostum yang meriah.

Sebelum mencuat dalam beberapa hari terakhir ternyata permainan tradisional nglarak blarak telah dikenal masyarakat luas. Hal ini ditandai dengan terpilihnya sebagai perwakilan DIY dalam ajang Festival Olahraga Tradisional Tingkat Nasional 2 tahun yang lalu.

Nglarak Blarak atau yang disingkat Nglabrak ini juga menjadi simbol untuk memerangi kemiskinan. Hal tersebut dinyatakan sendiri oleh Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo. (kanaljogja.id)

Dengan demikian diharapkan bahwa permainan asli Kulonprogo ini tidak hanya menghibur. Namun demikan juga mampu menjadi sarana edukasi dan prestasi serta menjadi simbol perlawanan atas kemiskinan.

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2026 Pelaksanaan

APBDes 2026 Pendapatan

APBDes 2026 Pembelanjaan